Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6

PENCARIAN DATA

 
2017-06-05 11:32:23
Seri Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Kilemo (Litsea cubeba L Persoon)

2017-06-05 11:34:05
Bunga Rampai Teknologi Pembenihan dan Pembibitan Jabon Putih

2017-06-05 11:41:45
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol. 4 No.2, Desember 2016

2017-01-18 02:27:35
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol. 4 No.1, Agustus 2016

 
 

PARUNG PANJANG    |    NAGRAK   |    RUMPIN

Hutan Penelitian Rumpin


HUTAN PENELITIAN RUMPIN

A. Latar Belakang

Hutan Penelitian Rumpin dibangun pada tahun 2000 seluas 50 ha. Lahan tersebut merupakan  milik Departemen Kehutanan berdasarkan SK Menteri Kehutanan  No. 306/Kpts-II/1991 tanggal 11 Juni 1991 yang diperuntukkan sebagai Kawasan Hutan Penelitian dan Pendidikan.


Hutan penelitian Rumpin merupakan salah satu sarana Balai Penelitian Teknologi Perbenihan yang cukup strategis dalam mendukung upaya penemuan teknologi bidang perbenihan tanaman hutan melalui berbagai kegiatan penelitian dan uji coba. Berbagai penelitian telah dilakukan diantaranya adalah kebun benih yang berfungsi untuk menghasilkan benih bermutu tinggi, sumber plasma nutfah, usaha konservasi sumber daya genetik ek-situ serta untuk mendukung kegiatan penelitian dan pendidikan.


Sesuai dengan rencana tata ruang yang telah dibuat, sampai tahun 2005 beberapa kegiatan penelitian dan uji coba yang telah dilakukan antara lain adalah pembuatan model/percontohan pembangunan dan pengelolaan sumber benih, persemaian, hutan hasil biakan vegetatif serta hutan kemasyarakatan. Sesuai dengan perkembangan saat ini, hutan penelitian Rumpin banyak mengalami perubahan sejalan dengan dilaksanakannya proyek pembangunan persemaian modern kerjasama pemerintah Indonesia melalui Dirjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Departemen Kehutanan dengan pemerintah Korea Selatan melalui Korean International Cooperation Agency (KOICA).

B. Letak Administratif dan Geografis

Hutan penelitian Rumpin secara administratif  termasuk ke dalam wilayah Desa Rumpin, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Secara geografis, hutan penelitian Rumpin terletak diantara 106o38’50” BT – 106o39’15” BT dan 06o26’30” LS – 06o26’50” LS dengan ketinggian ± 140 m dpl.

 

Gambar 1. Lokasi Hutan Penelitian Rumpin

Lokasi ini mudah didatangi dari beberapa tempat. Jarak hutan penelitian dari Bogor via Rancabungur ± 33 km dengan waktu tempuh ± 1 jam menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Dari Bogor via Parung ± 40 km dengan waktu tempuh 2 jam menggunakan kendaraan pribadi atau umum, sedangkan dari Jakarta via Parung ± 30 km dengan waktu tempuh ± 1 jam menggunakan kendaraan pribadi.

C.  Kondisi Topografi

Areal hutan penelitian termasuk dalam formasi batuan vulkanik intermedier yang terbentuk pada jaman kuarter. Hasil survey tanah tingkat detail menunjukkan bahwa dijumpai dua ordo tanah yaitu inceptisols dan ultisols  yang menurunkan empat famili yaitu : 1) Typic Tropaquepts, sangat halus, campuran,  non  kalkareus,  masam,  isohipertermik; 2) Typic Eutropepts, halus campuran, isohipertermik; 3) Type Kandiudults, berliat, campuran, isohi-pertermik; 4) Type Kandiudox, liat berkerikil, campuran, isohipertermik dalam lima satuan peta tanah (SPT). Hasil analisis kesuburan  tanah  disajikan  pada  Tabel 8, dengan pH tanah berkisar antara 4 –5. Berdasarkan kesesuaian lahan, umumnya lahan berpotensi cocok untuk pembudidayaan tanaman kehutanan. Keadaan topografi umumnya datar dengan kelerengan 0 - 2%.

Tabel 1.  Hasil analisis kesuburan tanah Hutan Penelitian Rumpin

D.  Kondisi Klimatologi

Menurut pembagian tipe iklim Koppen (1951), hutan penelitian Rumpin termasuk iklim Alfa dengan rata-rata curah hujan tahunan > 2.500 mm. Rata-rata suhu udara 26,3oC dengan kelembaban 81,3%.

E.  Tanaman Penggangu

Tanaman pengganggu yang banyak dijumpai di lokasi ini berupa gulma uang didominasi oleh alang-alang dan semak berupa tanaman harendong, kirinyuh dan putri malu.

 
F. Jenis-jenis tanaman yang terdapat di Hutan Penelitian Rumpin


Ket.: AE = Arboretum Eksotik, AYU = Andalan Yang Unggul, KN = Kecambah Normal

Ir. Naning Yuniarti
naningyuniarti@yahoo.co.id
 
Ir. Eliya Suita
eliyasuita@yahoo.co.id
 
© Copyright Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Bogor. All rights reserved 2012