A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: views/functions.php

Line Number: 99

Backtrace:

File: /var/www/html/application/views/functions.php
Line: 99
Function: _error_handler

File: /var/www/html/application/views/functions.php
Line: 24
Function: _userAgent

File: /var/www/html/application/views/header.php
Line: 7
Function: browser_user

File: /var/www/html/application/controllers/Layanan.php
Line: 37
Function: view

File: /var/www/html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: views/functions.php

Line Number: 111

Backtrace:

File: /var/www/html/application/views/functions.php
Line: 111
Function: _error_handler

File: /var/www/html/application/views/functions.php
Line: 24
Function: _userAgent

File: /var/www/html/application/views/header.php
Line: 7
Function: browser_user

File: /var/www/html/application/controllers/Layanan.php
Line: 37
Function: view

File: /var/www/html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: views/functions.php

Line Number: 99

Backtrace:

File: /var/www/html/application/views/functions.php
Line: 99
Function: _error_handler

File: /var/www/html/application/views/functions.php
Line: 138
Function: _userAgent

File: /var/www/html/application/views/header.php
Line: 8
Function: os_user

File: /var/www/html/application/controllers/Layanan.php
Line: 37
Function: view

File: /var/www/html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: views/functions.php

Line Number: 111

Backtrace:

File: /var/www/html/application/views/functions.php
Line: 111
Function: _error_handler

File: /var/www/html/application/views/functions.php
Line: 138
Function: _userAgent

File: /var/www/html/application/views/header.php
Line: 8
Function: os_user

File: /var/www/html/application/controllers/Layanan.php
Line: 37
Function: view

File: /var/www/html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Laboratorium - BPTP BOGOR 
Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6

PENCARIAN DATA

 

Klik untuk Mendownload Sertifikat

2020-08-31 11:21:49
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol. 8 No.1, Agustus 2020

2020-01-23 09:59:41
Kriteria Bibit Tanaman Hutan

2019-12-19 12:14:43
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol. 7 No.2, Desember 2019

2019-12-19 12:14:50
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol. 7 No.1, Agustus 2019

 
 

-    |    -   |    -    |    -

KHDTK Parungpanjang


Pendahuluan

Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus yang selanjutnya disingkat KHDTK adalah kawasan hutan yang secara khusus diperuntukkan untuk kepentingan penelitian dan pengembangan kehutanan, pendidikan dan pelatihan kehutanan serta religi dan budaya (Permenlhk No. P.15 Tahun 2018). Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.169/Menlhk/Setjen/PLA.0/2019, ditetapkan KHDTK Parungpanjang pada kawasan hutan produksi di Kecamatan Parungpanjang sebagai hutan penelitian dan pengembangan kehutanan. Ditunjuk sebagai pengelola adalah Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan (BP2TPTH). Areal KHDTK Parungpanjang semula merupakan wilayah kerja Perum Perhutani yang dipinjam pakai mengacu pada perjanjian kerjasama antara Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten dengan BP2TPTH untuk tujuan penelitian dan pengembangan kehutanan.

BP2TPTH sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Litbang dan Inovasi (BLI) mempunyai tupoksi sebagai institusi yang menangani teknologi perbenihan tanaman hutan dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia. Melalui serangkaian kegiatan litbang akan dihasilkan benih unggul dengan produktivitas tinggi. Kegiatan penelitian dilaksanakan salah satunya di KHDTK Parungpanjang. Perbenihan tanaman hutan memegang peran penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan lestari, baik untuk tujuan produksi maupun konservasi tanah dan air. Hingga saat ini ketersediaan benih bermutu tinggi untuk jenis-jenis tanaman hutan masih terbatas sehingga sebagian besar program penanaman masih menggunakan benih asalan yang kualitas genetik maupun fisik-fisiologisnya tidak diketahui. Pengadaan benih tanaman hutan berkualitas memerlukan program yang terintegrasi antar lembaga litbang dan antar program penelitian, pengembangan serta operasional di lapangan sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak dan program yang berkelanjutan.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, keberadaan KHDTK Parungpanjang sangat penting baik sebagai tempat untuk melakukan serangkaian uji coba lapangan dari kegiatan penelitian teknologi perbenihan, juga sebagai salah satu sumber benih yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna. KHDTK Parungpanjang disamping sebagai sarana penelitian juga berfungsi sebagai tempat konservasi plasma nutfah terutama untuk jenis-jenis yang mendukung hutan rakyat, jenis-jenis eksotis, jenis andalan baik nasional maupun lokal serta tempat pelatihan dan obyek wisata ilmiah.

 

Letak

KHDTK Parungpanjang secara geografis terletak pada 106°30’30,0”-106°31’30,0” bujur timur dan 06°22’30”-06°23’30” lintang selatan. Secara administratif pemerintahan berada di Desa Gintung Cilejeut dan Jagabaya, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan administrasi kehutanan, areal KHDTK berada di Resort Polisi Hutan (RPH) Jagabaya, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Parungpanjang, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor, Perum Perhutani Divre Jawa Barat dan Banten. Berdasarkan lokasi Daerah Aliran Sungai (DAS) termasuk dalam sub DAS Cisadane. Areal KHDTK Parungpanjang dikelilingi oleh perkampungan penduduk yaitu kampung Barengkok, Taloktok, Bangkonal, Leuwigoong, Serdang dan Babakan.

  

Gambar 1. Peta lokasi KHDTK Parungpanjang

Luas

Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.169/Menlhk/Setjen/PLA.0/2/2019 tanggal 25 Februari 2019, wilayah KHDTK Parungpanjang ditetapkan seluas 100 ha. Berdasarkan hasil pelaksanaan tata batas bulan Desember 2019, kawasan KHDTK diketahui memiliki luas aktual 100,89 ha dengan panjang 11.706,85 m.

 

Gambar 2. Areal KHDTK Parungpanjang

Aksesibilitas

KHDTK Parungpanjang terletak di sebelah barat laut Kota Bogor dengan jarak sekitar 70 km. Perjalanan dari Jakarta dapat melalui akses jalan tol Jakarta-Serpong dilanjutkan arah BSD-Parungpanjang selama kurang lebih 2 jam. Apabila dari Kota Bogor dapat ditempuh melalui 2 jalur : 1) melalui jalan raya Bogor-Bunar-Parungpanjang selama kurang lebih 3 jam dan 2) melalui jalan raya Bogor-Jasinga-Parungpanjang selama kurang lebih 3 jam. Aksesibilitas di dalam KHDTK terdapat jalan utama membelah KHDTK arah utara-selatan yang dapat dilalui roda 4 dan jalan inspeksi menggunakan roda 2.

 

Gambar 3. Jalan di dalam KHDTK Parungpanjang

Sejarah KHDTK Parungpanjang

KHDTK Parungpanjang sebelumnya disebut sebagai Hutan Penelitian (HP) Parungpanjang yang mulai dibangun pada tahun 1991 melalui kegiatan adapted research dengan dana dari Loan ADB 1000-INO. Kegiatan tersebut meliputi litbang teknologi perbenihan dan pembangunan sumber benih. Luas areal pada saat awal pembangunan HP adalah 60 ha kemudian pada tahun 1996 bertambah menjadi 74,24 ha. Kondisi awal lokasi berupa semak belukar dan trubusan puspa (Schima wallichii). Lokasi tersebut merupakan padang penggembalaan ternak seperti kerbau dan kambing, disamping itu juga sebagai tempat pencarian kayu bakar.

Kegiatan penelitian yang dilaksanakan diantaranya pembangunan sumber benih yang dimulai dengan membangun uji keturunan Acacia mangium, Gmelina arborea, Paraserianthes falcataria dan Swietenia macrophylla pada tahun 1992. Tahun 1995 dilakukan penanaman uji provenan A. mangium benih bantuan CSIRO. Tahun 1998, HP Parungpanjang diperkaya dengan pembangunan uji spesies dan provenan jenis Acacia spp dan jenis Andalan yang Unggul (AYU). Pada tahun 2008 diperluas menjadi 134,29 ha berdasarkan addendum Surat Perjanjian Kerjasama antara Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten dengan Balai Penelitian Teknologi Perbenihan (BPTP) Nomor 01/044/III/2008 tanggal 14 Mei 2008. Tahun 2010 dibangun beberapa tegakan uji provenans yaitu jenis merbau (Intsia bijuga) dan kepuh (Sterculia foetida). Tahun 2011 dibangun uji keturunan jenis mindi (Melia azedarach) dan gempol (Nuclea orientalis). Tahun 2012 dibangun uji keturunan jenis tisuk (Hibiscus macrophyllus) dan A. mangium. Pada plot tanaman yang sudah berumur tua (tidak produktif) atau pertumbuhannya tidak optimal telah dihapuskan dan diganti dengan plot lainnya yaitu plot uji keturunan A. mangium (generasi 1) yang diganti dengan uji keturunan mindi serta plot uji keturunan sengon yang diganti dengan uji keturunan A. auriculiformis.

Risalah progres terkait penetapan KHDTK Parungpanjang dari waktu ke waktu adalah sebagai berikut :

  1. HP Parungpanjang dipinjam pakai oleh BP2TPTH Bogor selama 20 tahun mulai 1996 sampai 2016 berdasarkan perjanjian kerjasama Nomor 08/044.3/III/1996 dan Nomor 796/VIII-BTP/12/1996 tanggal 27 Desember 1996. Luas kawasan yang dipinjam pakai adalah 60 Ha.
  2. Penambahan luas kawasan pinjam pakai berdasarkan addendum perjanjian kerjasama Nomor 01/044/III/2008 dan Nomor 200/VIII/BPTPB/2008 tanggal 14 Mei 2008 yang merubah luasan pinjam pakai dari 60 ha menjadi 134,29 ha.
  3. Perpanjangan pinjam pakai kawasan berdasarkan perjanjian kerjasama Nomor PKS 07/BP2TPTH/PEK/8/2016 dan Nomor 21/SJ/PLB/2016 tanggal 26 September 2016 s/d 26 September 2018 dengan luas 134,61 ha.
  4. Pengusulan status HP Parungpanjang menjadi KHDTK dengan Surat Kepala Balai yang ditujukan ke Sekretaris Badan Nomor S.234/BP2TPTH/DISP/7/2016 tanggal 12 Juli 2016. Dilanjutkan dengan Surat Kepala Badan Litbang dan Inovasi Nomor S.129/LITBANG/SET/PA.2/11/2016 tanggal 21 November 2016 yang diusulkan ke Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan.
  5. Surat pemberitahuan usul peningkatan status HP menjadi KHDTK ke Kepala Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten, berdasarkan surat Nomor S.420/BP2TPTH/DISP/DAS.2.3/10/2017 tanggal 26 Oktober 2017.
  6. Pengukuran batas sementara kawasan KHDTK oleh BPKH berdasarkan Surat Kepala BP2TPTH Nomor ST.0506/BP2TPTH/DIPA/12/2017 tanggal 6 Desember 2017.
  7. Pengusulan kembali menjadi KHDTK sesuai surat ke Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi Nomor S.377/BP2TPTH/DISP/KUM/10/2018 tanggal 9 Oktober 2018 dan diteruskan ke Menteri Kehutanan melalui surat Kepala Badan Litbang dan Inovasi Nomor S.261/LITBANG/SET/OTL.0/11/2018 tanggal 21 November 2018.
  8. Penetapan sebagai KHDTK Parungpanjang untuk hutan penelitian dan pengembangan kehutanan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.169/Menlhk/Setjen/PLA.0/2019.
Dr. Dra. Dida Syamsuwida, M.Sc
dida_syam@yahoo.co.id
 
Deddy Dwi Nur Cahyono, S.Hut
 
© Copyright Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Bogor. All rights reserved 2012