Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6

PENCARIAN DATA

 
2017-06-05 11:32:23
Seri Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Kilemo (Litsea cubeba L Persoon)

2017-06-05 11:34:05
Bunga Rampai Teknologi Pembenihan dan Pembibitan Jabon Putih

2017-06-05 11:41:45
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol. 4 No.2, Desember 2016

2017-01-18 02:27:35
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol. 4 No.1, Agustus 2016

 
 

Pedoman Teknis Pembibitan Jenis-Jenis Tanaman Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)


Penulis : Rina Kurniaty, Kurniawati Purwaka Putri dan Tati Rostiwati
Deskripsi :

Salah satu potensi hutan yang bernilai ekonomis selain kayu adalah sebagai sumber bahan baku obat-obatan, makanan, minyak atsiri, energi dan lain-lain (FEMO = Food, Energy, Medicine and others).  Banyak jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku FEMO tersebut diantaranya adalah kilemo, ganitri, malapari dan kemenyan dan lain sebagainya.  

Khususnya dalam dunia farmasi saat ini terjadi kecenderungan peningkatan demand biofarmaka lokal yang diantaranya disebabkan semakin berkembangnya industri obat-obatan, jamu dan kosmetika.  Kondisi tersebut tentunya sangat mengembirakan, karena cukup banyak jenis tanaman hutan yang berpotensi besar sebagai sumber bahan baku biofarmaka. 

Walaupun  komoditas hasil hutan bukan kayu (HHBK) khususnya jenis-jenis FEMO memegang peranan yang cukup penting untuk perekonomian negara yaitu selain dapat menambah pendapatan langsung bagi banyak rumah tangga juga mampu memberi sumbangan terhadap pemasukan negara yang sama besar bahkan mungkin lebih besar daripada yang dapat diperoleh dari produk kayu.  Namun  pada kenyataannya sampai saat ini pemanfaatan sumberdaya alam berbasis HHBK dirasakan masih belum optimal. Pemanfaatannya masih terkendala oleh rendahnya produktivitas hasil yang diperoleh oleh petani pembudidaya/pemanen HHBK. Kondisi tersebut disebabkan pemanenan yang selama ini dilakukan oleh petani masih mengandalkan tegakan alam, sehingga hasilnya belum menjamin kesinambungan penyediaan bahan baku untuk memasok berbagai industri.

Langkah yang paling strategis mengatasi masalah tersebut adalah dengan perencanaan program pembangunan hutan tanaman berbasis komoditas HHBK. Pelaksanaan program tersebut akan didukung oleh perencanaan penyediaan bibit tanaman yang bermutu. Ketersedian bibit tanaman bermutu tersebut merupakan hasil dari serangkaian proses yang dimulai dari proses pengunduhan buah yang benar, penanganan benih dan pembibitan yang tepat, dan berasal dari sumber benih yang berkualitas.

Pada beberapa jenis tanaman, buah merupakan produk utama yang dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku FEMO seperti misalnya kemiri, ganitri, kenari, atau nyamplung.  Kondisi tersebut tentunya akan berdampak terhadap ketersediaan bibit bermutu karena buah sebagai materi perbanyakan juga sekaligus sebagai produk bahan baku FEMO. Sehingga penting juga diketahui teknik-teknik perbanyakan alternatif seperti teknik perbanyakan vegetatif.  

Megawati, S.Hut.
mg_btp@yahoo.com
 
Nurin Widyani S.Hut, M.T
nurinw@yahoo.com
 
© Copyright Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Bogor. All rights reserved 2012