A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: views/functions.php

Line Number: 99

Backtrace:

File: /var/www/html/application/views/functions.php
Line: 99
Function: _error_handler

File: /var/www/html/application/views/functions.php
Line: 24
Function: _userAgent

File: /var/www/html/application/views/header.php
Line: 7
Function: browser_user

File: /var/www/html/application/controllers/Berita.php
Line: 29
Function: view

File: /var/www/html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: views/functions.php

Line Number: 111

Backtrace:

File: /var/www/html/application/views/functions.php
Line: 111
Function: _error_handler

File: /var/www/html/application/views/functions.php
Line: 24
Function: _userAgent

File: /var/www/html/application/views/header.php
Line: 7
Function: browser_user

File: /var/www/html/application/controllers/Berita.php
Line: 29
Function: view

File: /var/www/html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: views/functions.php

Line Number: 99

Backtrace:

File: /var/www/html/application/views/functions.php
Line: 99
Function: _error_handler

File: /var/www/html/application/views/functions.php
Line: 138
Function: _userAgent

File: /var/www/html/application/views/header.php
Line: 8
Function: os_user

File: /var/www/html/application/controllers/Berita.php
Line: 29
Function: view

File: /var/www/html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: views/functions.php

Line Number: 111

Backtrace:

File: /var/www/html/application/views/functions.php
Line: 111
Function: _error_handler

File: /var/www/html/application/views/functions.php
Line: 138
Function: _userAgent

File: /var/www/html/application/views/header.php
Line: 8
Function: os_user

File: /var/www/html/application/controllers/Berita.php
Line: 29
Function: view

File: /var/www/html/index.php
Line: 315
Function: require_once

FORDA - Berita 
Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6

PENCARIAN DATA

 

Klik untuk Mendownload Sertifikat

2020-08-31 11:21:49
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol. 8 No.1, Agustus 2020

2020-01-23 09:59:41
Kriteria Bibit Tanaman Hutan

2019-12-19 12:14:43
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol. 7 No.2, Desember 2019

2019-12-19 12:14:50
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol. 7 No.1, Agustus 2019

 
 

INFO TERKINI    |    SEMINAR    |    GELAR TEKNOLOGI   

2021/09/09 - 03:11

Peran Perempuan Petani Penggarap dalam Mengolah Lengkuas: “Memberikan Nilai Tambah dan Meningkatkan Harga Produk Agroforestri KHDTK Parungpanjang”

   KHDTK Parungpanjang (BP2TPTH, September 2021)_Perempuan petani penggarap di KHDTK Parungpanjang telah berperan banyak dalam pengolahan lahan agroforestry tumpangsari lengkuas (galangal). Mulai dari persiapan lahan, penyiapan bibit, penanaman hingga pemeliharaan tanaman. Ketika panen membongkar lengkuas dari tanah memang dikerjakan laki-laki, setelah itu pada saat dibersihkan akar dan dicuci, laki-laki dan perempuan saling bekerjasama sampai produk lengkuas siap dipasarkan.

     Harga lengkuas yang fluktuatif dan saat ini mencapai titik terendahnya yakni Rp2.000,- per kgnya membuat petani menjerit. “Jangankan untuk mendapatkan untung, atau harga tinggi, ada yang mau beli juga sudah syukur aja bu”, ungkap Asmadi, ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Harapan Sejahtera. “Banyak lengkuas yang sudah tua, lewat umur, tidak dipanen karena tidak ada yang beli” tambah Pak Jamul, salah satu penggarap juga.

   Hal inilah yang mendasari pemikiran bahwa harus melakukan sesuatu agar petani memiliki alternatif pilihan Ketika produk mentah/basah mereka tidak terserap pasar. ”Kami sudah mencoba membuka pasar dengan berhubungan langsung dengan pembeli di pasar induk, namun juga belum pas dan cocok prosesnya” ungkap Desmiwati, peneliti sosial ekonomi BP2TPTH yang sekaligus juga intens mendampingi KTH di KHDTK Parungpanjang. “Untuk itu kami sedang mencoba cara lain, yakni memberikan nilai tambah pada produk lengkuas, dengan melakukan pengolahan, tidak lagi dijual mentah dan basah” jelasnya lebih lanjut.

    Sebagai Langkah awal dilakukanlah workshop pengolahan bubuk lengkuas, berkolaborasi dengan Rukun Sayur Makmur dari Jakarta pada Rabu, 25 Agustus 2021 di gazebo KHDTK Parungpanjang. “Di Jakarta, kami telah mencoba mengolah lengkuas dari Parungpanjang, setelah melalui serangkaian uji coba kami sudah mendapatkan hasil yang cukup memuaskan, untuk itu saatnya kami berbagi pengalaman dan sharing dengan bapak ibu petani di KHDTK Parungpanjang untuk bagaimana ini ke depannya” jelas Dimas, inisiator Rukun Sayur Makmur.

    Sebelum workshop dilakukan, petani penggarap telah mempersiapkan bahan lengkuas untuk diolah. “Saya ambil lengkuas di lahan, terus dibawa ke rumah, saya dan istri, kami berdua membersihkannya lalu mulai menslide atau memotong tipis lengkuas basah pada sore sampai malam hari, sekitar 4 jam setiap hari” jelas Pak Adung, penggarap dari Desa Jagabaya. “Untuk 50 kg lengkuas basah, setelah diiris kemudian dijemur sekitar 4-5 hari dengan panas yang baik maka menjadi 5 kg lengkuas kering” tambah Pak Adung lagi. Kegiatan memotong dan menjemur lengkuas dipegang langsung oleh perempuan, karena dilakukan di rumah dan bisa dilakukan sambil mengurus kegiatan rumah tangga. “Kami sangat bersemangat untuk melakukan pengolahan lengkuas ini, agar harganya menjadi lebih baik daripada dijual ke bos” ungkap Ibu Encih, perempuan petani penggarap yang mengikuti workshop pengolahan lengkuas.

   Setelah menjadi lengkuas kering, prosesnya dilanjutkan dengan menggiling, mengayak/menyaring bubuk lengkuas halus dan bubuk lengkuas kasar. Kegiatan ini semua sangat mungkin dilakukan perempuan, karena lebih rapi dan telaten dalam pengerjaannya. Termasuk sampai pengemasan/packing, perempuan bisa berperan lebih besar pada proses pengolahan bubuk lengkuas ini. “Ini masih tahap awal, kami akan terus mengembangkannya untuk menjadi produk unggulan dari KHDTK Parungpanjang” ungkap Pak Bagus Novianto, selaku Kepala BP2TPTH yang juga turut hadir dalam kegiatan workshop pengolahan lengkuas.

   “Persoalan market atau pasar akan terus diupayakan, untuk itulah kami berkolaborasi dengan pihak lain dalam distribusi dan marketingnya, agar tercipta peluang pasar yang lebih besar, selain itu market place, pasar online, pasar offline, semuanya akan dicoba untuk melempar hasil produk lengkuas bubuk dan lengkuas kering ini” jelas Desmiwati lebih lanjut.

    “Kami sangat berharap lengkuas bubuk ini akan berhasil, penjualannya bagus dan harganya juga bagus, agar bisa menjadi pemasukan bagi rumah tangga petani, kami akan berusaha, bekerja keras dalam melakukan produksi lengkuas bubuk ini, bersama perempuan petani penggarap lainnya kami siap menjadi penggeraknya” tegas Bu Dedi Mulyadi, dari KTH Guna Bakti.*** (Dsm)

Dr. Dra. Dida Syamsuwida, M.Sc
dida_syam@yahoo.co.id
 
Kurniawati Purwaka Putri, S.Hut., M.Si.
niapurwaka@yahoo.co.id
 
© Copyright Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Bogor. All rights reserved 2012